Metode serta Batasan Waktu Pembagian Daging Aqiqah

Aqiqah ialah ialah ibadah selaku tebusan buat anak. Oleh karenanya, wajib proporsional, ialah jiwa dengan jiwa. Dengan demikian, aqiqah dengan 1 bagian sapi tidak diterima kecuali sapi utuh ataupun unta ataupun kambing secara utuh. Dalam perihal ini, aqiqah dengan kambing merupakan lebih utama sehingga daging kurban buat aqiqah merupakan tidak disarankan.

Hewan apakah yang dapat dijadikan selaku hewan sembelihan aqiqah, Jumhur ulama menyepakati kalau yang lebih utama dijadikan hewan sembelihan aqiqah merupakan kambing, domba, gibas serta sejenisnya. Buat daging aqiqah yang berasal dari hewan lain semacam sapi ataupun lembu serta unta, para ulama berselisih komentar dalam membagikan fatwa. Ulama dari golongan madzhab Hanafi serta Syafi’ i membolehkan melakukan aqiqah dengan satu bagian sapi/ lembu. Butuh kamu tahu, kalau dalam ibadah qurban, 7 orang bisa melakukan kurban dengan 1 ekor sapi.

Umat muslim kerapkali mau ketahui boleh tidak mencampurkan ibadah qurban dengan aqiqah. Misalnya dengan menyembelih seekor sapi, 3 bagian buat qurban serta 4 bagian buat aqiqah. Menanggapi persoalan semacam ini, ulama dari golongan madzhab Hambali melarang secara absolut buat mencampurkan ibadah aqiqah dengan qurban. Amati kitab kitab Syarh Montaha Iradat( 1/ 614)

Apakah daging aqiqoh boleh dimakan keluarga sendiri? Aqiqah Tangerang

Hukum aqiqah merupakan sunnah muakad sehingga tidak berdosa bila meninggalkannya. Dasarnya merupakan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud( 2842) dari Amr bin Syu’ aib dari ayahnya dari kakeknya mengatakan:“ Rasulullah–shallallahu‘ alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْوُلِدَلَهُوَلَدٌفَأَحَبَّأَنْيَنْسُكَعَنْهُفَلْيَنْسُكْ،عَنْالْغُلامِشَاتَانِمُكَافِئَتَانِ،وَعَنْالْجَارِيَةِشَاةٌ.والحديثحسنهالألبانيفيصحيحأبيداود

“ Benda siapa yang sudah dilahirkan menurutnya seseorang anak, sebaliknya ia berkeinginan buat menyembelihkan menurutnya( kambing) hingga sembelihkanlah, untuk anak pria sebanyak 2 kambing yang seragam serta untuk anak wanita dengan satu kambing“.( Hadits ini dihasankan oleh Albani dalam Shahih Abu Daud).

Metode memberikan daging aqiqah

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘ Utsaimin rahimahullah, ulama ahli fikih, sempat ditanya tentang siapa yang berhak menerima daging akikah. Dia rahimahullah menanggapi,

فإنهيأكلمنهاويهديويتصدق،وليسهنالكقدرلازماتباعهفيذلك،فيأكلماتيسر،ويهديماتيسر،ويتصدقبماتيسر،وإنشاءجمععليهاأقاربهوأصحابه،إمافيالبلدوإماخارجالبلد،ولكنفيهذهالحاللابدأنيعطيالفقيرمنهاشيئاً.ولاحرجأنيطبخهاويوزعهابعدالطبخأويوزعهاوهينية،والأمرفيهذاواسع”انتهى.

“ Sebaiknya daging aqiqah dimakan sebagiannya. Sebagiannya lagi dihadiahkan serta disedekahkan. Ada pula kandungan pembagiannya bukanlah terdapat kandungan tertentu. Yang dimakan, yang dihadiahkan serta yang disedekahkan dipecah cocok kemudahan. Bila dia ingin, dia bagikan pada saudara serta sahabat- sahabatnya. Boleh jadi pembagiannya tersebut di negara yang sama ataupun di luar daerahnya. Hendak namun, mestinya terdapat jatah( jatah) buat orang miskin dari daging aqiqah tersebut. Tidak kenapa pula daging aqiqah tersebut dimasak( direbus) serta dipecah sehabis matang ataupun dipecah dalam wujud daging mentah. Semacam itu terdapat kelapangan.”( Fatawa Nur‘ ala Ad- Darb, 5: 228)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *